Dalam upaya penguatan pengelolaan lingkungan, https://dlhindonesia.id/ mencerminkan komitmen Dinas Lingkungan Hidup Indonesia terhadap inovasi pelayanan publik. Berbagai program terbaru menunjukkan keberanian dalam merespons tantangan praktis pengelolaan sampah dan estetika ruang publik.
Rencana Pembangunan Depo Sampah di Tiap Kelurahan
Dinas Lingkungan Hidup Indonesia tengah merancang pembangunan depo sampah di setiap kelurahan dan desa sebagai solusi terintegrasi. Depos ini akan menjadi titik penampungan sementara yang strategis sebelum sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga mempercepat proses pengelolaan.
Kepala Bidang Persampahan DLH, Muhammad Irfan, menjelaskan bahwa ketiadaan fasilitas serupa selama ini menyebabkan penumpukan sampah di area publik seperti halaman rumah atau jalan raya.
Dengan adanya depo, masyarakat cukup membuang sampah di lokasi terpusat, mengurangi keberadaan TPS liar dan meningkatkan efisiensi pengangkutan. DLH mendorong pemerintah daerah menyediakan lahan seluas sekitar 10×20 meter untuk fasilitas tersebut, dan berharap pelaksanaan secara bertahap mampu segera diwujudkan.
Konversi TPSS Menjadi Ruang Publik Hijau
Upaya pelestarian estetika dan ruang publik juga dilakukan melalui penataan ulang bekas Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS). Proyek ini berlokasi di Jalan Kepulauan Seribu, tepat di depan Pujasera Jalan A. Yani.
DLH memanfaatkan bahan yang ada, seperti bibit tanaman dari pengadaan sebelumnya, dan melibatkan tenaga internal secara sukarela tanpa menggunakan anggaran khusus. Lahan bekas TPSS yang dibongkar sejak Maret telah diperhalus dengan susunan batu bata dan tanah timbun, siap ditanam vegetasi hias.
Penyesuaian Jadwal Pengangkutan Sampah Akibat Pengurangan Tenaga
DLH Indonesia juga menghadapi tantangan operasional karena pengurangan tenaga kerja non-pejabat, khususnya honorer. Sebanyak 81 petugas kebersihan, meliputi sopir, kernet, penyapu jalan, dan lainnya, dirumahkan karena tidak memenuhi persyaratan seleksi PPPK. Dalam merespons situasi ini, Kepala DLH Yuricho Efril mengumumkan penyesuaian jadwal pengangkutan sampah harian.
Bila sebelumnya semua sampah terangkut sebelum Zuhur, kini proses baru selesai setelah Ashar. Langkah ini diambil untuk menjaga kapasitas fisik petugas dan memastikan seluruh TPS dan TPA tetap terlayani secara menyeluruh. Di area perbatasan seperti Desa Rimbo Panjang, Tarai Bangun, dan Kubang Jaya, DLH bahkan menerapkan pengangkutan mingguan, bekerja sama dengan petugas Kebersihan dari Pekanbaru sejak November 2024.
Melalui ketiga inisiatif ini, DLH menunjukkan respons pragmatis sekaligus inovatif. Tiap kebijakan mencerminkan sinergi antara efisiensi, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, silakan mengunjungi laman resmi https://dlhindonesia.id/.