Arti Warna Gelang Pasien Rumah Sakit dan Fungsinya

Arti warna gelang pasien ternyata berbeda-beda karena menunjukan pengobatan yang diperlukan. Ingin tahu arti lengkapnya? Yuk, simak!

Arti Warna Gelang Pasien Rumah Sakit dan Fungsinya

Ketika berada di rumah sakit, pernahkan Anda penasaran tentang arti warna gelang pasien? Mengapa warnanya berbeda-beda? Di fasilitas kesehatan seperti Intensive Care Unit Surabaya, warna gelang memiliki peran penting untuk memastikan tindakan medis apa yang paling tepat untuk pasien serta sebagai identitas.

RS Premier Surabaya pun memperlihatkan perhatian besar akan hal ini agar dapat memberikan pelayanan medis terbaik dalam situasi apapun. Dalam unit ini sendiri terdapat banyak layanan seperti Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk menunjang proses pengobatan.

Arti Warna Gelang Pasien

Masih penasaran dengan arti dari masing-masing warna gelang pasien? Berikut beberapa arti warna yang umum diterapkan dalam banyak rumah sakit.

1. Gelang Warna Putih

Warna putih pada umumnya memiliki fungsi spesifik dan ditujukkan untuk pasien dengan kondisi kelamin ganda. Kelamin ganda atau ambiguitas kelamin sendiri adalah kondisi medis di mana pasien tidak dapat disebut sebagai laki-laki atau perempuan secara pasti saat lahir.

2. Gelang Warna Merah

Gelang merah umumnya digunakan untuk menunjukkan bahwa pasien memiliki alergi tertentu. Sehingga, tenaga medis dapat lebih berhati-hati dan menghindari pemberian obat atau bahan yang bisa memicu reaksi alergi pada pasien. 

3. Gelang Warna Ungu

Arti warna gelang pasien satu ini adalah pasien tidak memiliki harapan hidup yang tinggi atau DNR (Do Not Resuscitate). Maksudnya, pasien atau keluarganya memutuskan untuk tidak menerima tindakan medis lebih lanjut. Sehingga, petugas medis tidak akan melakukan upaya resusitasi jika terjadi sesuatu pada pasien.

4. Gelang Warna Kuning

Pasien dengan gelang kuning biasanya memiliki risiko jatuh yang tinggi, misalnya karena kondisi fisik yang lemah atau gangguan keseimbangan. Tenaga medis yang melihat gelang ini akan lebih waspada saat membantu pasien berjalan atau berpindah tempat agar menghindari risiko jatuh yang bisa memperburuk kondisi.

5. Gelang Warna Hijau

Warna hijau menunjukkan bahwa pasien memiliki alergi latex. Berdasarkan Hallo Sehat, alergi lateks adalah reaksi sistem imun pada protein tertentu dalam lateks yang terbuat dari getah pohon karet.

Sudah Mengetahui Apa Arti Warna Gelang Pasien? 

Kesalahan identifikasi pada pasien memiliki akibat yang sangat fatal. Karena itu, pemberian gelang ini tidak bisa disepelekan. Nah, jika Anda membutuhkan perawatan medis intensif yang komprehensif dan terpercaya, Intensive Care Unit Surabaya di RS Premier Surabaya dapat menjadi pilihan yang tepat.

Tim medis di ICU ini bekerja secara terpadu untuk memberikan pemantauan 24 jam, memastikan pasien mendapatkan perawatan yang tepat sesuai kebutuhan medisnya. 

Lewat layanan kesehatan yang berkualitas tinggi, kondisi pasien akan terpantau dengan baik dan dapat terhindar dari segala kesalahan indentifikasi. Hubungi kontak resmi RS Premier Surabaya melalui situsnya untuk informasi dan pendaftaran pasien!

Referensi : 

https://www.medicalogy.com/blog/inilah-5-warna-gelang-pasien-dan-artinya/?srsltid=AfmBOopNj75XLzpfs0zA9EJ_w8wPldBrAoIc5UACSvDj-ZMtGAObZMiA

https://www.popmama.com/community/groups/life/shopping/apa-arti-gelang-putih-di-rumah-sakit-dan-fungsinya 

https://rsud.tulungagung.go.id/gelang-identitas-pasien-arti-warna-fungsi-dan-kegunaannya/

https://hellosehat.com/sehat/rumah-sakit/warna-gelang-pasien/

https://www.kompas.com/tren/read/2024/08/13/103000765/arti-warna-gelang-pasien-di-rumah-sakit-tunjukkan-identitas-dan-kondisi?page=all

https://www.eclinic.id/fungsi-dan-jenis-gelang-identitas-pasien/

https://www.rspremiersurabaya.com/pelayanan-intensive-care

Inovasi Strategis DLH, Depo Sampah, Penataan Taman, dan Penyesuaian Layanan

Dalam upaya penguatan pengelolaan lingkungan, https://dlhindonesia.id/ mencerminkan komitmen Dinas Lingkungan Hidup Indonesia terhadap inovasi pelayanan publik. Berbagai program terbaru menunjukkan keberanian dalam merespons tantangan praktis pengelolaan sampah dan estetika ruang publik.

Rencana Pembangunan Depo Sampah di Tiap Kelurahan

Dinas Lingkungan Hidup Indonesia tengah merancang pembangunan depo sampah di setiap kelurahan dan desa sebagai solusi terintegrasi. Depos ini akan menjadi titik penampungan sementara yang strategis sebelum sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga mempercepat proses pengelolaan.

Kepala Bidang Persampahan DLH, Muhammad Irfan, menjelaskan bahwa ketiadaan fasilitas serupa selama ini menyebabkan penumpukan sampah di area publik seperti halaman rumah atau jalan raya.

Dengan adanya depo, masyarakat cukup membuang sampah di lokasi terpusat, mengurangi keberadaan TPS liar dan meningkatkan efisiensi pengangkutan. DLH mendorong pemerintah daerah menyediakan lahan seluas sekitar 10×20 meter untuk fasilitas tersebut, dan berharap pelaksanaan secara bertahap mampu segera diwujudkan.

Konversi TPSS Menjadi Ruang Publik Hijau

Upaya pelestarian estetika dan ruang publik juga dilakukan melalui penataan ulang bekas Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS). Proyek ini berlokasi di Jalan Kepulauan Seribu, tepat di depan Pujasera Jalan A. Yani.

DLH memanfaatkan bahan yang ada, seperti bibit tanaman dari pengadaan sebelumnya, dan melibatkan tenaga internal secara sukarela tanpa menggunakan anggaran khusus. Lahan bekas TPSS yang dibongkar sejak Maret telah diperhalus dengan susunan batu bata dan tanah timbun, siap ditanam vegetasi hias.

Penyesuaian Jadwal Pengangkutan Sampah Akibat Pengurangan Tenaga

DLH Indonesia juga menghadapi tantangan operasional karena pengurangan tenaga kerja non-pejabat, khususnya honorer. Sebanyak 81 petugas kebersihan, meliputi sopir, kernet, penyapu jalan, dan lainnya, dirumahkan karena tidak memenuhi persyaratan seleksi PPPK. Dalam merespons situasi ini, Kepala DLH Yuricho Efril mengumumkan penyesuaian jadwal pengangkutan sampah harian.

Bila sebelumnya semua sampah terangkut sebelum Zuhur, kini proses baru selesai setelah Ashar. Langkah ini diambil untuk menjaga kapasitas fisik petugas dan memastikan seluruh TPS dan TPA tetap terlayani secara menyeluruh. Di area perbatasan seperti Desa Rimbo Panjang, Tarai Bangun, dan Kubang Jaya, DLH bahkan menerapkan pengangkutan mingguan, bekerja sama dengan petugas Kebersihan dari Pekanbaru sejak November 2024.

Melalui ketiga inisiatif ini, DLH menunjukkan respons pragmatis sekaligus inovatif. Tiap kebijakan mencerminkan sinergi antara efisiensi, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, silakan mengunjungi laman resmi https://dlhindonesia.id/.