Material Bangunan yang Ramah Lingkungan untuk Hunian Sehat

Membangun rumah yang ramah lingkungan dan sehat tidak hanya menguntungkan penghuni, tetapi juga memberikan dampak positif bagi planet ini. Dengan semakin berkembangnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, banyak orang yang mulai mempertimbangkan untuk menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan dalam proses konstruksi rumah mereka. Salah satu bahan yang semakin populer adalah semen ramah lingkungan, yang memiliki dampak lingkungan lebih kecil dibandingkan dengan semen konvensional. Penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan ini dapat membantu mengurangi jejak karbon, menghemat energi, dan menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat bagi penghuninya.

Di samping itu, memilih material bangunan yang ramah lingkungan juga menjadi langkah yang bijak dalam mengurangi polusi dan limbah yang dihasilkan dari proses pembangunan. Tidak hanya itu, bahan-bahan ramah lingkungan biasanya lebih tahan lama, mengurangi kebutuhan perawatan berkelanjutan, dan berkontribusi pada kenyamanan serta kesehatan penghuni rumah. Dengan tren desain rumah yang semakin mengedepankan keberlanjutan, penting bagi kita untuk memahami manfaat serta cara memilih bahan bangunan yang ramah lingkungan. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih bahan bangunan yang dapat mendukung terciptanya hunian yang sehat dan ramah lingkungan.

Contoh Material Ramah Lingkungan

Ada berbagai jenis bahan bangunan ramah lingkungan yang dapat Anda pilih untuk mendukung keberlanjutan hunian Anda. Beberapa contohnya adalah:

  1. Batu Alam

Batu alam kini semakin populer di kalangan masyarakat sebagai material yang digunakan untuk berbagai elemen desain rumah. Keindahan alami dan keunikan tiap jenis batu membuatnya menjadi pilihan utama dalam menciptakan suasana rumah yang lebih estetik dan nyaman. Tak hanya itu, batu alam juga dikenal sebagai bahan bangunan yang ramah lingkungan, karena proses penambangannya yang tidak memerlukan banyak energi dan sering kali dapat digunakan tanpa perlu banyak proses pengolahan.

  1. Kayu

Kayu sejak dulu telah menjadi bahan utama untuk membangun rumah. Selain lebih ramah lingkungan karena membutuhkan lebih sedikit emisi dalam pembuatannya, dibandingkan dengan beton dan bata, keunggulan lain dari kayu adalah kemudahan dalam ketersediaannya. Meski begitu, demi menjaga kelestarian lingkungan, penggunaan kayu sebagai material bangunan juga harus seiring dengan proses reboisasi hutan dan memastikan penggunaan tidak merusak ekosistem alam.

  1. Batang Jerami

Sama seperti kayu, batang jerami juga telah telah digunakan sebagai material bangunan, terutama pada rumah-rumah tradisional. Selain ramah lingkungan dan mudah ditemukan, batang jerami juga memiliki keunggulan lain, yakni dapat membuat ruangan menjadi lebih sejuk serta dapat meredam suara karena memiliki insulasi yang baik. Dengan penyusunan yang tepat,  batang jerami tidak hanya dapat menggantikan kayu, namun juga dinding bata dan bahkan gypsum.

  1. Timbercrete

Salah satu bahan bangunan ramah lingkungan yang kini semakin populer adalah bahan yang dibuat dari pemadatan bubuk gergaji kayu yang kemudian dikombinasikan dengan semen untuk membentuk material konstruksi. Bahan ini memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan material bangunan konvensional, namun tetap mempertahankan kekuatan dan daya tahannya. Penggunaan bubuk gergaji kayu sebagai bahan dasar memberikan keuntungan dari segi keberlanjutan, karena kayu merupakan bahan yang dapat diperbaharui dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bangunan tradisional.

  1. Mycelium

Salah satu inovasi terbaru dalam dunia bahan bangunan ramah lingkungan adalah mycelium, yang berasal dari jamur. Mycelium merupakan jaringan akar jamur yang dapat tumbuh dalam berbagai bentuk dan ukuran. Proses pembuatan material ini dimulai dengan memanfaatkan spora jamur yang ditumbuhkan di dalam cetakan tertentu, kemudian dikeringkan dan dipadatkan menjadi bata mycelium. Bata ini memiliki kualitas yang cukup baik untuk digunakan sebagai material bangunan, terutama dalam pembuatan dinding.

Memilih Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

Memilih bahan bangunan ramah lingkungan adalah langkah penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap alam. Saat mempertimbangkan bahan bangunan yang akan digunakan, ada dua faktor utama yang sebaiknya diperhatikan, yakni jumlah limbah yang dihasilkan dari material tersebut. Semakin sedikit limbah tentunya lebih ramah lingkungan, karena limbah yang minimal berarti lebih sedikit pembuangan material yang tidak terpakai.

Selain itu, dianjurkan juga untuk menggunakan bahan bangunan lokal untuk mengurangi kebutuhan akan transportasi jauh yang dapat menyebabkan emisi gas rumah kaca yang berbahaya bagi lingkungan.

Apa Saja Penyebab Darah Rendah? Ini 4 di Antaranya!

Ada berbagai penyebab darah rendah yang bisa Anda cegah: 1. Dehidrasi 2. Kurang Asupan Nutrisi, 3. Gangguan Jantung.. 4. Efek Samping Obat.

Penyebab Darah Rendah yang Harus Diwaspadai dan Cegah Sejak Dini

Meski kerap disepelekan, darah rendah bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Karena itu, Anda harus memahami cara mencegah hipertensi agar bisa melakukan langkah pencegahan atau pengobatan. Jika ingin mendeteksi tekanan darah lebih mudah, Anda pun bisa gunakan alat tensimeter digital dari OMRON.

Adanya OMRON akan membuat Anda bisa mengecek kondisi cukup di rumah saja. Keakuratannya pun tak perlu diragukan karena sudah menggunakan teknologi eksklusif. Tensimeter OMRON pun sudah tervalidasi klinis. Lantas, apa saja pemicu dari tekanan darah yang rendah? Simak artikel ini selengkapnya ya!

4 Penyebab Darah Rendah

Menilik dari Detik.com, seseorang dikatakan memiliki tekanan darah rendah saat hasil pengukuran tensimeter di bawah 90/60 mmHg. Nah, berikut adalah beberapa penyebab yang perlu Anda perhatikan.

1. Dehidrasi

Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah dalam tubuh akan berkurang, sehingga tekanan darah pun ikut menurun. Gejala dehidrasi seringkali muncul bersamaan dengan darah rendah, haus berlebihan, dan kulit kering. Maka dari itu, demi kestabilan tekanan darah, cobalah untuk minum air sebanyak dua liter per hari.

2. Kurangnya Asupan Nutrisi

Nutrisi seperti vitamin B12, asam folat, dan zat besi berperan penting dalam produksi sel darah merah. Kekurangan nutrisi ini bisa menyebabkan anemia, yaitu kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Salah satu efek samping anemia adalah tekanan darah rendah.

3. Gangguan Jantung

Penyebab darah rendah lainnya adalah masalah jantung, seperti bradikardia (denyut jantung terlalu lambat), gagal jantung, atau serangan jantung. Ini karena jantung tidak mampu memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh. Jika memiliki gangguan pada jantung, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

4. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat, seperti obat diuretik, obat untuk tekanan darah tinggi, atau obat antidepresan, bisa menurunkan tekanan darah. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti petunjuk dokter saat mengonsumsi obat, serta jangan ragu untuk menginformasikan jika Anda merasa pusing atau lemas setelah meminumnya.

Sudah Tahu Apa Saja Penyebab Darah Rendah?

Tekanan darah bisa naik dan turun tergantung dari banyak faktor. Gejala seperti pusing, lelah, dan pandangan kabur pun bisa membuat Anda sulit fokus atau bahkan membahayakan jika terjadi saat berkendara. Oleh karena itu, mengetahui penyebab darah rendah dan melakukan pencegahan adalah langkah terbaik.

Jika Anda mampu menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan terhidrasi. Maka, perlahan kondisi Anda pun bisa mulai terkontrol dan kemungkinan risiko bisa dihindari. Apalagi jika Anda rutin menggunakan alat tensimeter digital dari OMRON.

Produk satu ini dirancang agar mudah digunakan di rumah, bahkan untuk pemula sekalipun. Beberapa model bahkan sudah dilengkapi teknologi IntelliSense yang memastikan pengukuran akurat tanpa rasa tidak nyaman. Yuk, selalu pantau tekanan darah untuk kebaikan diri sendiri!